-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 52
Modul 0
Struktur Data adalah sebuah organisasi dan manajemen data yang dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengaksesan dan modifikasi yang efisien. Lebih tepatnya, struktur data adalah koleksi dari sekumpulan nilai/data, hubungan diantara data-data tersebut, dan operasi-operasi yang dapat diaplikasikan pada data tersebut.
Abstract Data Type, atau biasa disingkat ADT secara sederhana adalah tipe/objek dimana perilaku dari ADT tersebut didefinisikan oleh kumpulan nilai (value) dan kumpulan operasi. Abstract Data Type merupakan interface “abstrak” yang implementasinya disembunyikan dari user. Implementasi dari sebuah ADT bisa bermacam-macam, namun sebuah ADT selalu mempunyai maksud yang sama.
Contohnya adalah Integer. Integer merupakan ADT, yang mempunyai nilai-nilai …,−2,−1,0,1,2,… dan operasi-operasi seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dsb. Disini, user tidak perlu tahu bagaimana Integer diimplementasikan pada komputer. User hanya perlu tahu bahwa “there exist Integer”.
- ADT merupakan ranah logikal (menyediakan interface) dan dapat diimplementasikan dengan berbagai cara.
- Struktur Data adalah implementasi konkret dari ADT.
Contoh Analogi
Bayangkan “Kendaraan” sebagai sebuah ADT. “Kendaraan” dapat diimplementasikan dengan berbagai bentuk, bisa mobil, kereta, bus,dll.
Contoh-contoh ADT yang sering dijumpai pada bahasa pemrograman.
TABLE
Pada umumnya, struktur data dibedakan berdasarkan bentuk penyimpanannya. Struktur data dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni Struktur Data Linear dan Struktur Data Non-Linear.
Suatu struktur data dianggap linear apabila data-datanya disusun dalam bentuk berupa sekuens linear berurutan (one after another). Contoh struktur data linear yang sering kita jumpai adalah Array. Contoh lainnya yang akan dibahas berupa Linked list, Stack dan Queue.
Struktur data non-linear berbanding terbalik dengan linear. Dalam struktur data non-linear, data disusun dan dibangun tidak secara berurutan/sekuensial melainkan disusun secara hirarkikal menggunakan aturan tertentu. Contoh struktur data non-linear adalah Tree dan Graf.
Kompleksitas dari sebuah algoritma dapat dihitung dengan berbagai faktor. Untuk saat ini, kita hanya akan membatasinya dengan melihat kompleksitas dari sebuah algoritma melalui waktu yang dibutuhkan (runtime). Notasi yang umum digunakan untuk mengukur waktu (runtime) adalah “Big-O”. Faktor penentunya adalah banyaknya data/input yang biasa dinotasikan dengan 𝑁. Notasi “Big-O” disini melambangkan kompleksitas yang diukur berdasarkan kasus terburuk (worst-case) dari sebuah proses/algoritma.
TABLE
Modul Struktur Data
Ditulis oleh tim Asisten Struktur Data 2020 - Informatika ITS
Home
Modul 0
Modul 1
[BELUM TERSEDIA]
Modul 2
[BELUM TERSEDIA]
Modul 3
[BELUM TERSEDIA]
Modul 4
[BELUM TERSEDIA]
Modul 5
[BELUM TERSEDIA]